Seiring boomingnya komoditas batubara, ada pemandangan berbeda di Kalimantan Selatan beberapa tahun terakhir ini. Terlihat semakin banyak orang kaya, entah kaya betulan atau kaya jadi-jadian. Jalan yang sempit dipenuhi mobil baru dan mewah, tiap bulan ratusan orang Banjar pergi umroh, pameran elektronik, rumah & mobil selalu dibanjiri calon pembeli.
Gaya hidup orang Banjar telah banyak berubah, dari makan diwarung pindah ke restoran & café, acara kumpul pindah ke karaoke & diskotik. Beli pakaian dari toko pindah ke butik, belanjapun kesupermarket.
Gaya hidup orang Banjar telah banyak berubah, dari makan diwarung pindah ke restoran & café, acara kumpul pindah ke karaoke & diskotik. Beli pakaian dari toko pindah ke butik, belanjapun kesupermarket.
Setan Kredit….
Namun ada lagi satu gaya hidup yang agak mengkhawatirkan, yaitu gaya hidup berhutang. Saat ini perusahaan-perusahaan pembiayaan semakin banyak bermunculan. Tiap bulan ratusan container berisi sepeda motor, mobil dan elektronik tiba dipelabuhan Trisakti, siap memenuhi nafsu belanja warga Banjar.
Cukup gesek kartu kredit atau surat keterangan gaji, aneka macam barang bisa kita miliki dalam sekejab mata, masalah bayar urusan nanti.
Zaman dahulu kita sering diajarkan untuk menabung jika ingin sesuatu. Kita dilatih tentang kesabaran dan pengorbanan untuk mendapatkan hasil, hingga ada pepatah “berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.
Tapi sekarang “setan kredit” telah memutar balikkan semua petuah-petuah bijak tersebut menjadi : “Kalau bisa sekarang, kenapa harus nanti ?”.
Godaan dan bujukan yang begitu indah mendorong masyarakat untuk terus belanja hingga diluar batas kemampuannya. Kita digiring untuk menjadi orang yang tidak sabar, ingin serba cepat tanpa kerja keras. Kita berubah mejadi orang yang konsumtif dan membeli barang yang tidak kita butuhkan.
Klo dulu orang berhutang karena mereka memerlukan sesuatu tapi tidak punya uang, tapi sekarang banyak orang berhutang hanya karena mereka menginginkan sesuatu tapi saat itu tidak punya uang.
Apa bedanya ? Kita lihat contoh sederhana berikut :
Barang yang diperlukan : pakaian
Barang yang diinginkan : pakaian merk A, model B
Barang yang diperlukan : HP untuk telpon & sms
Barang yang diinginkan : HP + Camera + TV + 3G + GPRS ++
Gaya Hidup Sehat Secara Finansial
Diperkirakan 20 tahun lagi batubara akan habis sehingga perekonomian daerah kita akan berubah drastis dan ini akan mempengaruhi hidup seluruh warga Kalimantan Selatan. Jika kita membiarkan gaya hidup financial yang tidak sehat sebagai panutan, niscaya kita akan menjadi orang-orang yang rugi.
Karena itu jauhilah kredit barang-barang konsumtif yang tidak anda perlukan. Jika anda menginginkan sesuatu, menabunglah. Hiduplah dengan rumusan sederhana :
Pendapatan – Tabungan = Biaya Hidup
Jadikanlah menabung sebagai sebuah kewajiban yang harus anda bayar untuk mendapatkan masa depan yang sejahtera untuk anda dan keluarga. Sehingga jika saat batubara telah lenyap dari bumi Kalimatan Selatan, anda sudah siap.
Cukup gesek kartu kredit atau surat keterangan gaji, aneka macam barang bisa kita miliki dalam sekejab mata, masalah bayar urusan nanti.
Zaman dahulu kita sering diajarkan untuk menabung jika ingin sesuatu. Kita dilatih tentang kesabaran dan pengorbanan untuk mendapatkan hasil, hingga ada pepatah “berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.
Tapi sekarang “setan kredit” telah memutar balikkan semua petuah-petuah bijak tersebut menjadi : “Kalau bisa sekarang, kenapa harus nanti ?”.
Godaan dan bujukan yang begitu indah mendorong masyarakat untuk terus belanja hingga diluar batas kemampuannya. Kita digiring untuk menjadi orang yang tidak sabar, ingin serba cepat tanpa kerja keras. Kita berubah mejadi orang yang konsumtif dan membeli barang yang tidak kita butuhkan.
Klo dulu orang berhutang karena mereka memerlukan sesuatu tapi tidak punya uang, tapi sekarang banyak orang berhutang hanya karena mereka menginginkan sesuatu tapi saat itu tidak punya uang.
Apa bedanya ? Kita lihat contoh sederhana berikut :
Barang yang diperlukan : pakaian
Barang yang diinginkan : pakaian merk A, model B
Barang yang diperlukan : HP untuk telpon & sms
Barang yang diinginkan : HP + Camera + TV + 3G + GPRS ++
Gaya Hidup Sehat Secara Finansial
Diperkirakan 20 tahun lagi batubara akan habis sehingga perekonomian daerah kita akan berubah drastis dan ini akan mempengaruhi hidup seluruh warga Kalimantan Selatan. Jika kita membiarkan gaya hidup financial yang tidak sehat sebagai panutan, niscaya kita akan menjadi orang-orang yang rugi.
Karena itu jauhilah kredit barang-barang konsumtif yang tidak anda perlukan. Jika anda menginginkan sesuatu, menabunglah. Hiduplah dengan rumusan sederhana :
Pendapatan – Tabungan = Biaya Hidup
Jadikanlah menabung sebagai sebuah kewajiban yang harus anda bayar untuk mendapatkan masa depan yang sejahtera untuk anda dan keluarga. Sehingga jika saat batubara telah lenyap dari bumi Kalimatan Selatan, anda sudah siap.
6 komentar:
hutang adalah nabung terpaksa. mau gak mau harus nyisihin buat nyicil. hehe
btw rumah itu termasuk konsumtif gak mbak? kalo gak ngutang rada berat...
klo mau nabung yg dipaksa bagusnya kredit rumah aja karena nilainya terus naik..
sy juga kredit rumah trus disewakan, uangnya buat tambahan byr kredit.enak kan punya rumah tapi dibayarin orang..he..he..
Anggap aja rumah itu kebutuhan utama.
pertanyaan : Kalo batubara Habis, apa yang akan diterima kalimantan selatan??? NO APBD, No keuntuga, No penghasilan Daerah, No kemajuan
yang ada : Banjir, Hutan Habis, Hujan Asam, Kerusakan Lingkungan
Yang Untung : ????? (jawab sendiri deh)
yg untung indonesia bagian jawa, duitnya kan mengalir kesana semua buat bikin jalan tol, pembangkit listrik,dll, kita disini dapat bencana aja... yah... terima aja kan katanya NKRI harga mati..
Apapun alasannya hidup konsumtif itu tidak ada manfaatnya, kita harus membeli sesuatu sesuai kebutuhan dan manfaat yang positif untuk kita. Bila perilaku kita mengarah pada gaya hidup modern yang cenderung konsumtif berlebihan. Maka berhati-hatilah anda akan memasuki area besar pasak dari pada tiang dan akhirnya anda berhutang hanya untuk konsumtif. Ingat kebutuhan di masa mendatang, jangan hanya masa kini saja. Mungkin anda akan hidup sampai umur 75 - 80 tahun , apa anda sudah siap dengan dana pensiun anda kelak? Kita harus Bijaksana! Sukses for You.
Posting Komentar