08 Februari 2009

Tuhan Ingin Kita Sejahtera

TUHAN INGIN KITA SEJAHTERA


Betul, Tuhan tidak ingin kita sengsara, miskin, menderita. Dia sangat menyayangi umatnya, ia ingin kita sejahtera didunia dan akhirat.
Untuk itu Tuhan memerintahkan kita untuk sabar dan mengendalikan hawa nafsu. Terlebih disaat ini dimana dari bangun tidur sampai tidur lagi gempuran godaan belanja akan terus kita hadapi, 24 jam TV menyiarkan iklan yang mendorong kita untuk berbelanja.

Saat ini kita hidup dalam “dunia belanja”. Hampir tiada hari tanpa belanja yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Yang bisa berbelanja pun bukan cuma orang berduit tapi juga bagi orang yang berkantong tipis. Dengan modal kartu kredit atau surat keterangan gaji anda bisa berbelanja barang yang tidak mampu dibeli secara tunai. Hal ini lah yang akan membuat anda bersikap hidup boros. Dan boros adalah pintu menuju hutang lalu kebangkrutan dan tibalah anda pada kesengsaraan.

Di kitab suci kita sering membaca tentang setan yang menggoda manusia dengan tujuan agar manusia sengsara. Dan sadarkah kita ternyata sosok setan itu telah hadir ditengah-tengah kita, membujuk kita untuk belanja..belanja..belanja… Dengan segala bujuk rayunya yang sangat indah mereka berusaha membuat manusia menjadi saling iri, dengki, cemburu. Kenapa kamu tidak punya barang seperti si anu, kenapa kamu tidak makan direstoran anu, kenapa kamu tidak pakai mobil merk anu…
Mereka juga mengajarkan manusia untuk berusaha mendapat segala sesuatu dengan cara mudah, cepat dan tanpa kerja keras, yaitu dengan HUTANG. Pernahkan anda dengar bisikan sang setan yang mengatakan “kalau bisa mendapat dan menikmati sekarang kenapa harus menunggu nanti? “
Manusia yang termakan rayuannya pun terbuai menikmati segala yang ditawarkannya. Merekapun berubah menjadi orang yang konsumtif dan tidak sabar. Untuk bisa memenuhi nafsu berbelanja manusia pun rela berhutang, gesek kartu kredit atau mengisi form kredit kelembaga pembiayaan. Dan pada akhirnya mereka akan terjebak dan sangat sulit keluar dari lingkaran setan yang telah tercipta.


Kesejahteraan bisa dibangun dengan mengendalikan pengeluaran dan mengembangkan kemampuan kita sehingga dapat meningkatkan penghasilan. Kedamaian bisa tercipta dengan memperbanyak bersyukur.

Apa yang kita bangun, kesejahteraan atau kesengsaraan? Mari membangun kesejahteraan bersama-sama.

Disadur bebas dari sumber : http://www.hendrihartopo.info/

Tidak ada komentar: